SLPHT Cabe di KWT Kunir Asri, Kelurahan Plalangan, Kecamatan Gunungpati

Dalam upaya meningkatkan agribisnis tanaman sayuran, masalah kualitas dan produktivitas menjadi faktor penyebab lemahnya posisi tawar petani. Faktor penyebab tersebut diakibatkan oleh gangguan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Gangguan OPT merupakan suatu hal yang harus diantisipasi dalam budidaya tanaman sayuran, sehingga tidak menimbulkan kerugian, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, sejak pembibitan hingga pascapanen. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) telah menjadi kebijakan Pemerintah. Untuk menjalankan PHT, diperlukan peningkatan sikap dan ketrampilan pelaku usaha tani yaitu petani, sehingga dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip PHT di lapangan.

SLPHT atau Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu ialah suatu metode penyuluhan dalam penerapan PHT untuk peningkatan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap petani dalam pengelolaan dan pengendalian OPT, khususnya pada tanaman sayuran, yang mana metode ini merupakan metode pemberdayaan petani. Adapun tujuan SLPHT ini adalah :

  1. Meningkatkan pengetahuan, kemampuan, sikap, dan ketrampilan petani dan petugas penyuluh pertanian dalam penerapan pengendalian OPT sayuran.
  2. Meningkatkan kualitas agro-ekosistem, khususnya pada tanaman sayuran.
  3. Mengamankan produksi, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Pada dasarnya, SLPHT yang dilaksanakan ini mengajarkan 4 prinsip yaitu :

  1. Budidaya tanaman sehat.
  2. Pelestarian musuh alami.
  3. Pengamatan mingguan secara berkala.
  4. Pendidikan terhadap petani agar mampu menjadi ahli PHT di lahannya sendiri.

Pada hari Kamis, tanggal 22 Maret 2018 diselenggarakan SLPHT Cabe oleh Dinas Pertanian Kota Semarang, di KWT Kunir Asri, Kelurahan Plalangan, Kecamatan Gunungpati yang dipandu oleh PPL Kecamatan Gunungpati, Ana Widaningrum, SP. Merupakan pertemuan ke-3 SLPHT dari 1 rangkaian SLPHT yang terdiri dari 10 pertemuan, yang dihadiri oleh 15 peserta dari anggota KWT Kunir Asri. Diawali oleh pemaparan oleh PPL, kemudian dilanjutkan diskusi hasil pengamatan tanaman cabe di petak PHT dan non PHT dan selanjutnya penyampaian materi pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Pembuatan PGPR ini dipandu oleh POPT PHP dan PPL Kecamatan Gunungpati. PGPR ialah bakteri yang menguntungkan yang hidup dan berkembang biak di sekitar perakaran tanaman. Bakteri ini hidup berkoloni di sekeliling area perakaran, yang menekan aktivitas patogen dengan menghasilkan berbagai senyawa atau metabolit. PGPR mampu meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman, dengan adanya produksi hormon, kemampuan fiksasi N untuk meningkatkan ketersediaan unsur N di dalam tanah, dan menghasilkan osmolit sebagai osmoprotektan pada kondisi kekurangan air. Beberapa jenis PGPR misalnya Pseudomonas sp., Salmonella liquefaciens, Bacillus sp, dan Corine sp.