Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) Oryza Sativa L. Gunungpati

Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) Oryza Sativa L. Gunungpati

Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) Oryza Sativa L. GunungpatiSemarang – Dalam rangka peningkatan kualitas dan produktivitas tanaman pangan, khususnya padi, Dinas Pertanian Kota Semarang melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) Padi.

SLPHT merupakan salah satu kegiatan yang diunggulkan dan dianggap solutif dalam rangka pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman terutama pada komoditas padi. Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan sistem perlindungan tanaman yang erat kaitannya dengan usaha pengamanan produksi mulai dari pra-tanam, pertanaman, sampai pasca panen.

Tujuan dari pelaksanaan SLPHT ini adalah :

  1. Meningkatkan pengetahuan petani tentang pengendalian hama terpadu.
  2. Meningkatkan kemauan petani dalam mengendalikan hama secara kelompok.
  3. Meningkatkan ketrampilan petani dalam pengendalian hama terpadu.

SLPHT tahun 2018 ini dilaksanakan di kelompok tani rejeki lumintu kelurahan Sumurrejo kecamatan Gunungpati selama 12 kali pertemuan (12 minggu) mulai Februari hingga April 2018.

Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) Oryza Sativa L. Gunungpati Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) Oryza Sativa L. Gunungpati

 

Narasumber dalam kegiatan SLPHT ini adalah PPL Gunungpati dan POPT Prov Jateng yang berkompeten dibidangnya khususnya pertanian organik. Para Peserta dibekali beberapa materi diantaranya pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), Asam amino, Pupuk Organik Cair (POC), Pestisida Nabati (PESNAB), Tricodherma.

Lahan pengamatan dibagi menjadi 2 : yaitu lahan PHT dan lahan petani. Lahan PHT merupakan lahan yang dilakukan perlakuan mulai dari pengolahan lahan dengan pupuk berimbang, jarak tanam Jajar Legowo 2 : 1. Sedangkan lahan petani adalah lahan yang ditanami oleh petani dengan cara mereka biasa bertanam (dapat dikatakan konvensional).

Pengamatan dilakukan setiap minggu untuk selain mengetahui pertumbungan dan perkembangan tanaman, juga untuk mengamati adanya hama dan penyakit tanaman yang ada pada lahan pengamatan. Setelah melakukan pengamatan, perserta yang terbagi dalam kelompok berdiskusi dan merangkum hasil pengamatan untuk dipresentasikan. Setiap minggu dalam satu kelompok peserta bergantian untuk mempresentasikan hasil pengamatannya.

Sebelum ditutupnya kegiatan SLPHT, peserta kegiatan dan tamu undangan melakukan panen bersama. Dengan menggunakan varietas inpari 33, dari hasil ubinan untuk lahan PHT diperoleh produktivitas 7.71 ton/Ha. Sedangkan untuk lahan petani (Non PHT) 5.52 ton/Ha.

 

Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) Oryza Sativa L. Gunungpati

 

Diharapkan Kelompok Tani Rejeki Lumintu setelah mengikuti SLPHT bisa menerapkan ilmu dan anjuran-anjuran yang telah disampaikan oleh Narasumber pada penanaman selanjutnya. Dan kedepan bisa menghasilkan pupuk dan pestisida organik sendiri serta bisa menghasilkan beras organik.