TABULAMPOT @URBAN FARMING CORNER

  1. Produk dapat diperoleh di Kebun Dinas Pertanian atau dapat menghubungi petugas untuk pemesanan dan informasi ketersediaan stok.
  2. Kontak person : KOHAR (0812-2659-9119)

Description

PADI HIDROPONIK

Umumnya, budidaya padi dilakukan di lahan sawah pedesaan. Lantas bagaimana jika ingin menanam padi diperkotaan dengan lahan yang terbatas? Hidroponik padi menjadi solusinya.

Dinas Pertanian Kota Semarang memberikan contoh budidaya padi sistem hidroponik di Urban Farming Corner (UFC). Hidroponik padi adalah cara budidaya padi dengan menggunakan wadah sebagai tempat tumbuh kembang tanaman pengganti sawah (lahan). Media yang digunakan untuk ‘menanam’ padi menggunakan konsep hidroponik ini adalah tanah sawah yang diletakkan pada nettpot dan usahakan beri penopang media supaya tidak larut terbawa air. Pada nettpot diberi sumbu yang terbuat dari kain flannel dan diletakkan di atas air. Kain sumbu berguna untuk membantu tanaman padi dalam penyerapan nutrisi pada air.

Varietas padi yang di tanam adalah Pamera (Padi Merah Wangi Aromatic). Padi yang resmi di lepas pada tahun 2019 dengan SK Menteri Pertanian : 165/HK.540/C/01/2019 ini memiliki bentuk tanaman tegak tinggi ± 106 cm, bentuk gabah ramping berwarna kuning. Berasal dari persilangan Pusa Basmati 4 / HB118 (PN III), Pusa Basmati 4 / Pandan Wangi Cianjur, Bahbutong. Umur panen ± 113 hari setelah semai dengan hasil panen rata-rata ±6,43 ton/ha dan potensi hasil  ± 11,33 ton/ha. Varietas ini menghasilkan tekstur nasi sedang dengan kadar amilosa 21,1%.

 

Keuntungan budidaya padi hidroponik :

  1. Minim Biaya Pengelolaan, pengelolaan padi hidroponik tidak perlu mengeluarkan biaya traktor (pembajakan), tandur (penanaman) dan matun (penyiangan rumput) dimana biasanya biaya untuk pengelolaan tanaman padi konvensional sangat mahal bisa mencapai 2,5 sampai 3 juta untuk lahan seluas 1 hektar.
  2. Tidak Memerlukan Pupuk Yang Banyak, pemupukan padi dengan metode hidroponik dapat lakukan dengan menggunakan nutrisi A dan B yang biasa di gunakan untuk tanaman hidroponik lainnya. Tidak seperti padi di sawah, budidaya padi dengan paralon ini tidak melulu menggunakan UREA, SP36, ataupun Phonska. Cukup menggunakan Nutrisi A dan B tanaman padi bisa tumbuh subur.
  3. Anti Hama, hidroponik padi memiliki keamanan yang cukup tinggi terhadap resiko gangguan hama yang sering muncul dari tanah misalnya tikus.
  4. Lebih bersih dan steril, tidak ada tanah yang berceceran.
  5. Panen lebih mudah, hasilnya bisa dipanen kapan saja dan mudah diambil. Tanamannya bisa tumbuh lebih cepat, jika diawasi dan dikelola dengan tepat.

Sistem Hidroponik yang digunakan adalah sistem wick. Apa itu sistem wick?

 

Sistem Wick atau sistem sumbu adalah salah satu sistem yang paling sederhana. Ini merupakan sistem pasif yang berarti tidak ada bagian yang bergerak. Dinamakan sistem sumbu karena dalam pemberian asupan nutrisi melewati akar tanaman disalurkan dengan bantuan sumbu yang terbuat dari kain flanel atau jenis bahan lain yang mudah menyerap air.

 

Kelebihan Wick System (Sistem Sumbu):

  • Tanaman dapat mendapat suplai air dan nutrisi secara terus menerus
  • Biaya pembuatan yang murah
  • Mempermudah perawatan tanaman karena tidak perlu melakukan penyiraman
  • Tidak tergantung listrik

 

Nah, bagaimana? Sudah kah kamu tertarik untuk budidaya tanaman padi hidroponik?