@Green House  Bumi Perkemahan Jatirejo

Description

  1. HIDROPONIK SISTEM DFT

DFT (Deep Flow Technique) sistem ini merupakan mode air tergenang dalam pipa PVC atau gully, air tetap dialirkan melalui tandon nutrisi lewat pompa air yang di alirkan di setiap gully, air yang di alirkan tidak mengalir secara langsung, melainkan tergenang terlebih dahulu, kemudian akan mengalir apabila batas maksimal sudah melebihi, maka akan dialirkan kembali ke tandon. Sistem DFT memiliki kelebihan dalam penggunaan listrik, apabila keadaan listrik mati, maka air nutrisi yang ada pada gully masih tetap ada, sehingga dapat mem-backup cadangan air nutrisi yang ada pada pipa pvc atau gully. Tingkat keberhasilan pada sistem DFT hidroponik terhadap tanaman, ternyata masih bisa di andalkan, karena ada beberapa tanaman sayuran yang memang sangat cocok untuk penggunaan sistem ini. Sistem ini sangat ideal untuk tanaman dengan akar rendah dan tanaman cepat tumbuh seperti sayuran berdaun (selada, buncis, kangkong, sawi, kemangi, seledri), sayuran buah, dan bunga.

Kelebihan :

    1. DFT memerlukan listrik 24 jam ataupun dapat kurang dari 24 jam
    2. Dikala listrik padam tumbuhan masih dapat dalam keadaan nyaman sebab terdapat genangan nutrisi.
    3. Perkembangan lebih maksimal sebab faktor hara nutrisi lebih tercukupi.
    4. Tumbuhan yang memakai sistem DFT mempunyai usia panen yang lebih kilat.
    5. Hasil panen tumbuhan bisa lebih seragam.
    6. Perawatan serta pemeliharaan lebih gampang.

Kekurangan :

    1. Tumbuhan bisa kekurangan oksigen terlarut sehingga membuat perkembangan tumbuhan tersendat.
    2. Efek busuk pada pangkal tumbuhan sebab jumlah air yang sangat banyak.
    3. Bisa terjalin endapan pada pipa menimbulkan banyak permasalahan yang mencuat.
    4. Lebih banyak membutuhkan nutrisi
    5. Tumbuhan yang terserang virus, jamur, hama serta penyakit hendak tersebar dengan kilat.

 

  1. HIDROPONIK WICK SISTEM

Wick system atau dikenal juga dengan sistem sumbu merupakan metode hidroponik yang paling sederhana karena  dapat menggunakan bahan-bahan daur ulang seperti gelas bekas minuman atau botol bekas sebagai wadah untuk nutrisi.  Tanaman pada sistem ini mendapatkan nutrisi yang diserap melalui sumbu atau kain flanel sehingga akar tanaman tidak langsung menyentuh larutan nutrisi namun tumbuh dalam media.

            Dalam wick system, sumbu merupakan bagian penting karena tanpa penyerapan cairan yang baik tanaman tidak akan mendapatkan kelembapan dan nutrisi yang dibutuhkan. Selain sebagai penyerap cairan yang baik, wick system juga sulit rusak akibat pembusukan walaupun demikian jumlah wick juga harus di sesuaikan dengan ukuran tanaman hal ini untuk memastikan nutrisi yang diserap oleh tanaman cukup sehingga kebutuhan tanaman dapat terpenuhi dengan baik.

Kelebihan :

  • Tanaman mendapatkan persediaan air dan nutrisi secara terus-menerus, selama nutrisi yang ada di bak penampungan masih tersedia.
  • Alat dan bahan yang diperlukan cukup mudah, murah, dan dapat kita jumpai sehari-hari.

Kekurangan :

Larutan nutrisi rawan ditumbuhi lumut dan pertumbuhan tanaman sedikit lebih lambat. Pertumbuhan lumut dapat dicegah dengan cara menutup atau melapisi bak penampungan nutrisi (reservoir) dengan cat warna gelap, seperti hitam dan coklat.

 

  1. HIDROPONIK SISTEM NUTRIENT FILM TECHNIQUE

NFT (Nutrient Film Technique) merupakan salah satu sistem hidroponik yang menggunakan sistem sirkulasi nutrisi, sehingga membutuhkan pasokan listrik yang stabil karena nutrisi akan dialiran selama 24 jam penuh agar tanaman tidak kekurangan unsur hara yang dapat menyebabkan tanaman mengalami defisiensi unsur hara sehingga dapat menurunkan produktifitas tanaman.

Kelebihan sistem ini yaitu pertumbuhan tanaman lebih baik, lebih cepat, tanaman lebih seragam karena sirkulasi air dan nutrisi tercukupi, serta oksigen yang cukup menambah pertumbuhan yang optimal. Sirkulasi nutrisi dan air menyebabkan kecilnya terjadinya endapan nutrisi, residu dan kotoran yang mengakibatkan tanaman mengalami stres dan toksistas. Sementara itu memiliki kekurangan seperti modal awal pembuatan instalasi relatif cukup mahal, menggunakan listrik secara 24 jam, penyebaran hama dan penyakit yang dapat terjadi secara merata dan apabila terjadi listrik padam akan mengakibatkan tanaman akan cepat layu.

 

  1. Dutch Bucket System (Sistem DB)

Dutch Bucket System merupakan teknik bercocok tanam hidroponik yang ditekankan pada sirkulasi dan efesiensi penggunaan air. Pada teknik hidroponik sistem DB ini air nutrisi dialirkan dari tandon nutrisi ke media tanam secara terus menerus dan sebagian air nutrisi tersebut kembali ka tandon sehingga memerlukan aliran listrik yang stabil. Air nutrisi tersebut dialirkan secara periodik selama waktu tertentu dan diatur sesuai dengan keinginan. Cara kerja sistem DB mirip dengan NFT System, hanya saja instalasinya yang berbeda.

Kelebihan sistem ini yaitu :

  • Fleksibel, Dutch Bucket System dapat diaplikasikan baik skala kecil (hobi) maupun skala besar (skala budidaya);
  • Sederhana dan relatif murah karena bisa dibuat dengan barang-barang bekas dan peralatan seadanya;
  • Tanaman lebih subur dan produktif, karena adanya sirkulasi air dan nutrisi yang memungkinkan terdapat lebih banyak oksigen pada larutan nutrisi tersebut.