Perbanyak Konsumsi Pangan Lokal di Masa New Normal

Perbanyak Konsumsi Pangan Lokal di Masa New NormalSemarang – Konsumsi pangan lokal kembali digelorakan di masa new normal ini. Sebagai langkah awal, kita mungkin bisa mengganti menu sarapan dari nasi menjadi beberapa sumber karbohidrat dari pangan lokal yang penuh energi. 
Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia, sebagai sumber energi dan pemenuhan kebutuhan gizi, pangan yang sehat dan bergizi sangat diperlukan tubuh, namun dalam jumlah yang seimbang. Kelebihan zat gizi dalam bahan pangan terutama tersedianya gula dan lemak tinggi dapat memicu beragam jenis penyakit  tidak  menular.
Bicara sarapan pasti orang langsung teringat makan nasi goreng, bubur, lontong atau sekedar roti. Tapi untuk penderita diabetes, aneka olahan nasi atau terigu tersebut harus dihindari demi kesehatan karena banyak makan beras akan menambah glukosa di tubuh. 

Lantas sarapan apa yang bisa menggantikan porsi nasi tersebut?

Aneka karbohidrat lain dari pangan lokal justru lebih aman dikonsumsi.

Indonesia kaya akan komoditas pangan lokal berbasis pati yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk pangan fungsional, sehingga diharapkan mampu menunjang peningkatan program ketahanan pangan pemerintah.
Di Indonesia ada setidaknya 77 jenis bahan makanan yang dapat menjadi alternatif pengganti beras. Di antaranya ubi, kentang, sagu, pisang, hingga kacang-kacangan.
Pangan fungsional ini menjawab tuntutan konsumen saat ini terhadap industri pangan untuk menyediakan produk pangan yang tidak hanya bergizi dan bercita rasa baik, tetapi dapat memberikan manfaat bagi kesehatan.
Bahan pangan pokok lokal sumber karbohidrat memiliki keluwesan diolah menjadi berbagai aneka produk pangan fungsional untuk me-level up kegunaan bahan tersebut. Meningkatnya kesejahteraan dan tingkat pengetahuan masyarakat akan pengaruh pola makan yang dapat berdampak negatif bagi kesehatan menjadikan pergeseran filosofi makan, di mana makan bukanlah sekadar memberikan rasa kenyang, tetapi yang lebih utama adalah untuk mencapai tingkat kesehatan dan kebugaran yang optimal.
Perkembangan pangan fungsional berbasis bahan lokal sumber karbohidrat memberikan pengaruh positif bagi berbagai pihak, seperti membuka kesempatan kerja, mengurangi biaya pemeliharaan kesehatan masyarakat, meningkatkan pendapatan dari industri pangan fungsional, serta mempercepat program diversifikasi pangan.