Temu Teknis Penyuluh Pertanian Swadaya

Temu Teknis Penyuluh Pertanian Swadaya

Semarang – Dalam mendukung swasembada pangan diperlukan dukungan dan kerja nyata dari Pemerintah. Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pertanian Kota Semarang selalu memberikan penyuluhan dan pengawalan secara terus menerus kepada para petani agar masyarakat tetap mempertahankan wilayah pertanian dan hasil pertanian di Kota Semarang dapat semaksimal mungkin baik itu kualitas maupun kuantitasnya.
Agar hal tersebut dapat tercapai, maka Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian selalu bahu membahu turun ke lapangan (sektor pertanian) yang ada di Kota Semarang.
Namun sesungguhnya tim PPL yang ada masih kewalahan dalam melayani dan mengawal petani sebab jumlah PPL Dinas Pertanian Kota Semarang jumlahnya masih jauh dari yang ideal untuk wilayah Kota Semarang, untuk itu Dinas pertanian Kota Semarang membentuk dan merekrut para petani yang tangguh dan berpengalaman dalam bertani, beternak. Para petani, peternak tersebut di bentuk dengan dinamai Penyuluh Pertanian Swadaya.
Para Penyuluh Pertanian Swadaya Kota Semarang hari ini diberikan pembekalan dan penambahan ilmu pertanian melalui kegiatan Temu Teknis Penyuluh Pertanian Swadaya yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kota Semarang melalui Bidang Penyuluhan dan diadakan di Balai Penyuluh Pertanian di Mijen – Kota Semarang.
Materi yang disampaikan di acara ini yaitu tentang OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) baik itu untuk tanaman pangan maupun tanaman hortikultura dan narasumber di datangkan dari Balai Perlindungan Tanaman Pengan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Bp. Supaat, SP dan Bp. Sudihatmiko, SP). Peserta temu teknis kali ini dari Penyuluh Pertanian Swadaya dari wilayah Kecamatan Mijen, Ngaliyan, Tugu dan Genuk sejumlah 30 orang.
Antusias dari penyuluh swadaya sangatlah baik dengan banyaknya interaksi antara peserta dengan narasumber baik melalui tanya jawab maupun melalui tukar pengalaman dalam mengelola pertanian sebab banyak sekali organisme pengganggu tanaman yang selama ini d kenal oleh penyuluh namun kurang mengetahui cara “ampuh” dalam mengatasi. Narasumber mengajak peserta mengenal dahulu penyebab dan organisme pengganggu tanamannya baru setelah itu cara mengatasinya. Narasumber juga memberikan himbauan kepada penyuluh untuk membuat pestisida secara nabati atau organik karena selain lebih menghemat anggaran dapat juga menyehatkan tanaman dan tanah.