Pengembangan Tanam Padi Organik melalui Bimtek Observasi Lapang

Pengembangan Tanam Padi Organik melalui Bimtek Observasi LapangSemarang – Dinas Pertanian Kota Semarang, melalui bidang Tanaman Pangan menyelenggarakan bimtek bagi kelompok petani pada tanggal 25 – 27 April 2018 di Gapoktan Sumber Mulyo Desa Sumber Ngepoh Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Hadir peserta terdiri dari perwakilan petani Kota Semarang, PPL per Kecamatan dan Bidang Tanaman Pangan.

Sebagai negara agraris, Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang melimpah ditambah posisi yang dinilai amat strategis. Mulai dari sisi geografis, Indonesia terletak pada daerah tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi sehingga banyak jenis tumbuhan yang dapat hidup dan tumbuh dengan cepat.

Krisis ekonomi pada taun 1997, berdampak pula pada kesulitan mendapatkan Pupuk  bagi para petani. Pada saat itu banyak upaya para petani beralih kembali membuat pupuk organik untuk tercukupi. Dalam perkembangannya teknologi penggunaan pupuk organik semakin diperlukan masyarakat tani  untuk meningkatkan hasil produksi yang sehat. Selain itu pupuk organik dapat mengembalikan kesuburan tanah dan ramah lingkungan.

Dari situlah Dinas Pertanian Kota Semarang mengadakan Bintek Tanaman Padi Organik dengan mengusung tema “Peningkatan Intensifikasi Pertanian” dengan beberapa tujuan diantaranya :

  1. Memadukan kerjasama antara petani ternak dan petani padi dalam ketersediaan bahan baku pupuk organic
  2. Meningkatkan pengetahuan dan kerjasama dalam team Kelompok Tani  Kota Semarang dalam berbudidaya padi organic
  3. Melihat kearifan lokal padi organik di wilayah daerah lain, sebagai tambahan referensi dan spirit tentang tanaman pangan padi organic
  4. Terpenuhinya target budidaya padi organik seluas 13 Ha sampai dengan tahun 2021, karena sampai dengan tahun 2017 baru tercapai 6 Ha (46 %)

Pengembangan Tanam Padi Organik melalui Bimtek Observasi LapangHasil dari bimtek tersebut, petani dapat belajar tentang pentingnya tanam serempak yang dapat mengendalikan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Petani juga dapat belajar ilmu atau resep pembuatan obat/pupuk organik yang ada dan tersedia di Gapoktan Sumber Mulyo. Selain budidaya padi organic, sebagian petani memelihara ikan dipersawahan milik sendiri supaya mereka dapat menghemat pupuk. Petani dapat merasakan mudahnya mendapat pupuk alami dan mereka dapat membuatnya sendiri, karena bahan bahan utama banyak ditemukan disekitar . Dengan kondisi alam yang telah di ubah, lingkungan menjadi lebih alami dengan tidak menggunakan bahan kimia yang dapat merusak alam.

Peserta sangat antusias dan sangat senang sekali dalam mengikuti bintek terkait dengan pertanian ramah lingkungan sebagai tambahan bekal untuk penerapan pertanian organik yang sudah mulai dirintis.

Setelah Bimtek selesai, adanya rencana tindak lanjut meliputi :

  1. Terpenuhinya target tahun 2021, budidaya padi organik di Kota Semarang seluas 13 Ha
  2. Dikembangkannya produksi beras hitam dan merah sebagai upaya peningkatan nilai hasil produksi
  3. Meningkatkan koordinasi dilapangan untuk melakukan tanam serentak
  4. Menanamkan pola kerjasama team work pada kelompok tani