Kegiatan Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP)

Salah satu permasalahan dasar yang dihadapi petani adalah kurangnya akses kepada sumber  permodalan,  pasar  dan  teknologi,  serta  organisasi  tani  yang  masih lemah.  Untuk  itu  penanggulangan  kemiskinan  merupakan  bagian  dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan kesepakatan global untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium. Kementerian Pertanian mulai tahun  2008  telah  melaksanakan  program  Pengembangan  Usaha  Agribisnis Perdesaan  (PUAP)  dibawah  koordinasi  Program  Nasional  Pemberdayaan Masyarakat  Mandiri  (PNPM-Mandiri)  dan  berada dalam  kelompok  program pemberdayaan masyarakat. Untuk  koordinasi  pelaksanaan  PUAP  di  Kementerian  Pertanian,  Menteri Pertanian membentuk Tim PUAP Pusat, Propinsi dan tingkat kabupaten serta desa untuk mengkoordinasikan pelaksanaan Program PUAP secara terintegrasi. PUAP merupakan bentuk  fasilitasi Bantuan Pinjaman  modal usaha untuk petani anggota, baik  petani  pemilik,  petani  penggarap,  buruh  tani maupun  rumah  tangga  tani yang dikoordinasikan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di tingkat Kelurahan.

PUAP bertujuan untuk :

  1. Mengurangi kemiskinan dan pengangguran melalui penumbuhan dan pengembangan kegiatan  usaha agribisnis  di  perdesaan  sesuai  dengan potensi wilayah;
  2. Meningkatkan kemampuan pelaku usaha agribisnis, Pengurus Gapoktan, Penyuluh dan Penyelia Mitra Tani;
  3. Memberdayakan kelembagaan petani dan ekonomi perdesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis;
  4. Meningkatkan fungsi kelembagaan  ekonomi  petani  menjadi  jejaring  atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses ke permodalan.
  5. Meningkatnya  kemampuan  Gapoktan  dalam memfasilitasi  dan  mengelola bantuan modal usaha untuk petani anggota baik pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani;
  6. Meningkatnya jumlah petani,  buruh  tani  dan  rumah  tangga  tani  yang mendapatkan bantuan modal usaha;
  7. Meningkatnya aktivitas  kegiatan  agribisnis  (hulu,  budidaya,  dan  hilir)    di perdesaan; dan
  8. Meningkatnya pendapatan petani (pemilik dan atau penggarap), buruh tani dan rumah tangga tani dalam berusaha tani sesuai dengan potensi daerah;

Indikator keberhasilan antara lain:

  1. Meningkatnya kemampuan Gapoktan  dalam memfasilitasi  dan  mengelola bantuan modal usaha untuk petani anggota baik pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani;
  2. Meningkatnya jumlah petani,  buruh  tani  dan  rumah  tangga  tani  yang mendapatkan bantuan modal usaha;
  3. Meningkatnya aktivitas  kegiatan  agribisnis  (hulu,  budidaya,  dan  hilir)    di perdesaan; dan
  4. Meningkatnya pendapatan petani (pemilik dan atau penggarap), buruh tani dan rumah tangga tani dalam berusaha tani sesuai dengan potensi daerah;
  5. Berkembangnya usaha agribisnis dan usaha ekonomi rumah  tangga  tani di lokasi desa PUAP;
  6. Berfungsinya Gapoktan  sebagai  lembaga  ekonomi  petani  di  perdesaan yang dimiliki dan dikelola oleh petani; dan
  7. Berkurangnya jumlah petani miskin dan pengangguran di perdesaan.