Bimtek Pemanfaatan Limbah sebagai Pupuk Organik

Bimtek Pemanfaatan Limbah sebagai Pupuk OrganikSemarang – Penggunaan pupuk kimia/anorganik secara terus menerus dalam waktu lama akan menyebabkan peningkatan kemasaman tanah yang makin menurunkan pH tanah. Akibat yang lebih parah dari penggunaan pupuk kimia adalah menurunnya produktivitas lahan, meningkatnya residu kimia pada tanah dan tanaman, terjadinya pencemaran terhadap lingkungan melalui air, udara, tanah dan kehidupan tanaman dan pada akhirnya mengganggu kesehatan manusia. Dalam hal ini tim Dinas Pertanian Kota Semarang mengadakan bimbingan teknis (bimtek) pengolahan limbah organik (limbah rumah tangga, limbah kotoran ternak).

Bimtek dilaksanakan di Kelompok Tani Rejo Tani Wates dan KT.Plumbon Makmur Wonosari Ngaliyan yang merupakan kelompok tani binaan Dinas pertanian. Dalam bimtek ini anggota kelompok tani diajarkan pembuatan pupuk organik diantaranya pembuatan pupuk petro hayati super, pupuk organik mikro tempe, pupuk cair organik, super N, pupuk organik super P, pupuk organik cair super K. Bahan-bahan dalam pembuatan pupuk organik sendiri mudah didapatkan dari lingkungan sekitar seperti contoh sekam, kotoran ternak, kulit pisang, sabut kelapa yang diolah, bekatul, air cucian beras, trasi, tempe, gula pasir dll.

Bimtek Pemanfaatan Limbah sebagai Pupuk OrganikHasil dari bimtek pemanfaatan limbah pembuatan pupuk organik ini nantinya akan di aplikasikan pada demo peercontohan pada sawah yang ditanam padi varietas inpari 32 dengan perlakuan pemupukn organik. Dengan adanya bimtek ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kelompok tani dalam pemanfaatan limbah untuk menghasilkan pupuk organik tanpa ketergantungan dengan pupuk kimia/anorganik.