Pelatihan Manajemen Kelompok dan Observasi Lapang ke Kabupaten Sragen

Tujuan diselenggarakannya Pelatihan Manajemen Kelompok dan Observasi Lapang ke Kabupaten Sragen Tahun 2018 adalah :

  1. Untuk memberikan pemahaman kepada anggota kelompok tani dalam hal konsep dasar kepemimpinan,m peran pimpinan, dan gaya kepemimpinan yang selaras di dalam kelompok tani.
  2. Untuk memotivasi anggota kelompok tani untuk mengembangkan teknologi informasi, teknologi mekanisasi, manajemen penyuluhan, dan pengembangan budidaya pertanian di dalam kelompok tani.
  3. Untuk mengubah dan memperbaiki sudut pandang dan mengembangkan upaya-upaya dalam penyelesaian konflik yang tepat di dalam kelompok tani.
  4. Untuk meningkatkan kemampuan, kapasitas, dan kualitas peserta, kelompok tani, dan petugas pertanian, sejalan dengan pembentukan paradigma baru dalam budidaya pertanian, pembentukan kesadaran dan kemampuan petani dalam hubungannya dengan
  5. Untuk membentuk jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan petani selaku pelaku utama, melalui pembelajaran yang partisipatif dan berbagai bentuk pelatihan yang sinergis.

Sasaran diselenggarakannya Pelatihan Manajemen Kelompok dan Observasi Lapang ke Kabupaten Sragen Tahun 2018 adalah meningkatnya kemampuan, kapasitas, dan kualitas 40  (empat puluh) peserta pelatihan yang terdiri dari :

  1. Petani, sebanyak 24 (dua puluh empat) orang, yang berasal dari :
  2. Kelompok Tani Sumber Rejeki, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen.
  3. Kelompok Tani Guyub Rukun, Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan.
  4. Kelompok Tani Tirto Jati Makmur, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen.
  5. Kelompok Tani Lestari, Kelurahan Polaman, Kecamatan Mijen.
  6. Kelompok Tani Sidorejo, Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen.
  7. Kelompok Tani Sido Subur, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen.
  8. Kelompok Tani Ngudi Rahayu, Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Mijen.
  9. Petugas, sebanyak 16 (enam belas) orang, yang berasal dari :
  10. Dinas Pertanian Kota Semarang.
  11. Babinsa Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen.
  12. Danramil 08 Mijen.

Berdasarkan Surat Perintah Tugas Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Nomor:  800/1996 Tanggal 6 April 2018 perihal Pelatihan Manajemen Kelompok Tani dan Observasi Lapang, maka pelaksanaan Pelatihan Manajemen Kelompok dan Observasi Lapang ke Kabupaten Sragen adalah sebagai berikut :

Pelatihan Manajemen Kelompok dan Observasi Lapang ke Kabupaten Sragen

Pelaksana Pelatihan Manajemen Kelompok dan Observasi Lapang adalah Seksi Kelembagaan, Bidang Penyuluhan, Dinas Pertanian Kota Semarang.

Observasi Lapang ke Kelompok Tani Sri Rejeki, Dukuh Plalangan, RT 05, RW I, Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen ialah kegiatan akhir dari Pelatihan Manajemen Kelompok ini. Desa Sukorejo merupakan desa lumbung pangan yang terletak di lereng Gunung Lawu yang menghasilkan air bersih dan mengalir sepanjang tahun. Desa Sukorejo terletak di perbatasan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Desa ini sangat potensial karena memiliki wisata kuliner, Wisata Bukit Herbal, dan wisata edukasi biogas.

Kelompok Tani Sri Rejeki merupakan kelompok tani kelas utama sejak tahun 2016. Berjumlah anggota 41 (empat puluh satu) orang dan dibentuk pada tanggal 14 Agustus 1990. Nama ketua kelompok tani :  Dimyati. Usaha pokok kelompok meliputi budidaya padi organik, budidaya sapi Sasra (Sapi Sragen), penjualan beras organik, dan penjualan pupuk organik padat dan cair. Pertemuan rutin kelompok diselenggarakan setiap tanggal 2 setiap bulannya, dengan agenda kegiatan meliputi arisan, pembuatan MOL, pembuatan Pesnab, dan pembuatan ZPT.

Setiap tahunnya kelompok tani menyelenggarakan Sedekah Bumi, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas hasil bumi yang diperoleh. Kelompok Tani Sri Rejeki memiliki prakoperasi berbentuk LKM-A Simpan Pinjam. Pada setiap pertemuan LKM tersebut, pengurus mengundi hadiah untuk peserta yang hadir. Total luas sawah yang dimiliki kelompok tani ialah 756 Ha yang terdiri dari 236 Ha padi organik dan 520 Ha padi semi organik. Dari 236 Ha luasan padi organik, 132 Ha telah disertifikasi sejak tahun 2008 oleh Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) Inofice Bogor. Budidaya padi organik telah dimulai sejak tahun 2001. 99 % dari keseluruhan anggota kelompok berprofesi sebagai petani dan 90 % anggota memiliki ternak Sapi Sasra. Kotoran sapi dikelola dan diolah menjadi pupuk organik, dimana per Ha sawah diberi pupuk organik sebesar 2,5 – 3,0 Ton. Di samping itu, kotoran sapi juga diolah menjadi bahan baku bio gas dan pemanfaatannya sudah dilakukan untuk kompor-kompor gas milik warga masyarakat di sekitarnya.

Produktivitas padi organik yang dicapai berkisar 6 – 7 Ton per Ha. Gabah Kering Panen. Tana serempak dengan batas tanam maksimal 40 hari dan panen maksimal 40 hari. Kelompok Tani Sri Rejeki mengalami 3 (tiga) kali masa tanam, dengan 5 (lima) jenis varietas padi yaitu Sintanur, Menthik Wangi, Bawor 9, IR 64, dan Ciherang. Selain kelima varietas tersebut, kelompok juga menanam varietas padi untuk beras merah dan beras hitam. Kelompok Tani Sri Rejeki pernah memperoleh penghargaan dari PT Petrokimia Gresik (PG) pada Program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K) pada tanggal 14 Juli 2016. GP3K merupakan program Kementerian BUMN sejak tahun 2011, yang bertujuan mengawal dan mendorong produktivitas pangan, melalui PT Pupuk Indonesia (Persero). PG merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero).

Pemasaran hasil panen dari Kelompok Tani Sri Rejeki dilakukan dengan cara kelompok tani membeli gabah kering panen (GKP) milik anggota, dengan rincian harga sebagai berikut :  beras organik varietas Mentik Susu dengan harga Rp 16.000,- per kg. Kemasan beras organik 5 kg. Kelompok tani ini telah memiliki pangsa pasar di Jakarta.

 

Struktur Organisasi Kelompok Tani Sri Rejeki

Pelatihan Manajemen Kelompok dan Observasi Lapang ke Kabupaten Sragen