Pelatihan Budidaya Jamur Tiram I dan II

Pelatihan Budidaya Jamur Tiram I dan IISemarang – Dinas Pertanian Kota Semarang memberikan pelatihan budidaya jamur tiram kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) dan penyuluh pertanian lapangan. Pelatihan berlangsung selama 2 tahap. Tahap pertama dilaksanakan tanggal 27 – 28 Februari 2019 di BPP Gunungpati. Tahap ke 2 tanggal 20 – 21 Maret 2019 di Kampung D’Jamoer. Pelatihan ini di buka oleh Kepala Dinas Pertanian yang di wakili Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Ir. Nuky Indriastuti.

Pelatihan budidaya jamur tiram merupakan pelatihan yang dirancang agar para peserta bisa belajar sekaligus praktek budidaya jamur tiram secara bertahap, sehingga peserta bisa membudidayakan jamur tiram dengan baik dan benar. Pelatihan dipandu langsung oleh narasumber Bapak Sujito.

Pelatihan ini dilakukan selama 2 hari. Hari pertama diisi dengan penyampaian materi dasar budidaya jamur tiram, pengemasan baglog, inokulasi, dasar pembibitan serta praktek langsung pembuatan media tanam jamur tiram (baglog), praktek inokulasi di lapangan, dan juga observasi kumbung). Pada saat penyampaian materi diisi juga dengan pemaparan mengenai analisa usaha jamur tiram untuk melihat potensi pasarnya.

Pelatihan Budidaya Jamur Tiram I dan IIHari kedua diisi dengan praktek langsung pembuatan medium dari pembuatan PDA (F0) hingga baglog produksi. Medium yang telah dibuat dilakukan sterilisasi menggunakan autoclave. Pada kegiatan ini juga peserta diajarkan cara menggunakan autoclave yang baik dan benar. Setelah itu peserta diajarkan teknik aseptis yang menjadi prinsip dasar dari proses penanaman jamur atau inokulasi jamur pada media. Kegiatan dilanjutkan dengan praktek inokulasi jamur dari bibit F0 hingga bibit F3 dan inokulasi pada medium baglog produksi.

Pelatihan Budidaya Jamur Tiram I dan IISecara umum, program ini bertujuan agar para peserta mampu memahami dan menguasai teknik budidaya jamur tiram, mulai dari mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan jamur tiram, mengetahui dan mempraktekkan secara langsung cara pembuatan media tanam, packing baglog, pembibitan, pembuatan kumbung, inokulasi, perawatan, dan penanganan pasca panen serta mengatahui potensi pasar jamur, serta analisa bisnis budidaya jamur tiram. Selain itu, peserta diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat semarang khusus petani jamur.