Alat Mesin Pertanian (Alsintan)

Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar, wilayah yang besar dan tersebar di puluhan ribu pulau, ditambah lagi dengan potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal, Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri. Pengalaman dari berbagai negara, membuktikan bahwa apabila pemenuhan kebutuhan pangan sangat tergantung kepada impor maka kondisi sosial dan politik menjadi sangat rawan bahkan mampu menimbulkan disintegrasi bangsa. Mekanisasi Pertanian di era modern ini sangat diperlukan karena permasalahan yang dihadapi oleh petani di Indonesia. Diantara permasalahan yang muncul adalah kurangnya minat generasi muda yang tertarik untuk bekerja di bidang pertanian, sehingga jumlah tenaga kerja yang tersedia sedikit. Hal ini di siasati oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui mekanisasi pertanian lewat pengadaan Alat Mesin Pertanian (ALSINTAN) bagi petani.

 

Penerima Bantuan Alsintan

A. Penerima bantuan adalah Kelompok tani / Gapoktan / UPJA, dengan persyaratan sebagai berikut :

  1. Penerima bantuan adalah Kelompok tani / Gapoktan / UPJA yang dinyatakan layak setelah diverifikasi oleh Dinas Pertanian setempat.
  2. Penerima bantuan merupakan Kelompok tani / Gapoktan / UPJA yang aktif dan bersedia mendukung program pencapaian sasaran produksi pertanian, dinyatakan dengan Surat Pernyataan.
  3. Penerima bantuan bersedia mengikuti semua kewajiban yang diberikan dan bertanggungjawab dalam operasional alsintan.
  4. Penerima bantuan bersedia memanfaatkan dan mengelola alat dan mesin pertanian untuk mendukung peningkatan produksi pertanian.

B. Penerima bantuan adalah Pemerintah Daerah Propinsi/Kabupaten, dengan persyaratan sebagai
berikut :

  1. Bersedia menyediakan gudang penyimpanan.
  2. Bersedia memobilisir alsintan antar Kabupaten/Kecamatan.
  3. Mengalokasikan dana APBD I/II untuk biaya operasional pemanfaatan alsintan.
  4. Bersedia mengelola bantuan alsintan secara profesional dalam bentuk brigade UPJA.

Pembinaan pemanfaatan alat dan mesin pertanian dilaksanakan melalui monitoring dan evaluasi agar pemanfaatannya menjadi lebih optimal. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui pemanfaatan dan masalah yang muncul di lapangan serta mendapatkan masukan langsung dari pengguna terhadap ALSINTAN yang diterima. Masukan yang diperoleh digunakan untuk acuan dalam penentuan kebijakan selanjutnya. Pelaporan wajib dilakukan oleh penerima bantuan setiap musim, setiap tahunnya dengan format laporan sebagaimana pada lampiran 6. Laporan ditujukan pada Dinas Pertanian Kota dan dilengkapi dengan gambar / foto pemanfaatan alat dan mesin pertanian tersebut di lapangan. Laporan dari Kelompok tani / Gapoktan / UPJA akan dibuat rekapitulasinya oleh Dinas Pertanian  Kota (lampiran 7) untuk disampaikan ke Dinas Pertanian Propinsi. Laporan dari Dinas Pertanian Propinsi (lampiran 8) selanjutnya disampaikan oleh kepada Direktorat Alat dan Mesin Pertanian, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian setiap triwulan.