Kembangkan Kebun Buah Menjadi Agrowisata

Kembangkan Kebun Buah Menjadi AgrowisataBerbagai program unggulan telah dilaksanakan oleh DInas Pertanian Kota Semarang. Mulai dari pengembangan Agro Cepoko, Agro Purwosari, pembentukan lembaga konsultanik, penumbuhan dan pengembangan pertanian perkotaan, hingga percontohan padi apung di Balai Penyuluh Pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Ir Wahyu Permata Rusdiana, MP menjelaskan, kebun buah Cepoko dikembankan menjadi agrowisata lewat kerjasama dengan CSR (Corporate Social Responsibility/tanggung jawab social perusahaan) Pertamina dan CSR Bank BRI. Kegiatan berupa pembuatan jalan dalam kawasan, pemberian papan nama, penyediaan tenda untuk pasar tani, penunju arah, joglo, dan gazebo.

Kembangkan Kebun Buah Menjadi Agrowisata“Mekanisme pengelolaan kebun bekerjasama dengan masyarakat sekitar kebun dengan cara bagi hasil 70 persen untuk petani dan 30 pesen untuk Pemerintah Kota Semarang,” jelas Wahyu.

Kebun buah Purwosari juga dikembangkan menjadi agrowisata dengan penerapan teknologi budidaya tanaman. Antara lain, irigasi tetes pada tanaman buah, pembangunan greenhouse sayur dan buah, pembangunan greenhouse hidroponik, dan greenhouse serba guna.

Dinas Pertanian juga membentuk lembaga konsultan pertanian organik (konsultanik) oleh penyuluh swadaya didampingi penyuluh pertanian dan menjadi tempat magang petani.

Kembangkan Kebun Buah Menjadi AgrowisataDinas Pertanian juga terus menumbuhkan dan mengembangkan pertanian perkotaan di 16 Kelurahan pada 2018. Pembentukan kelompok pertanian perkotaan didampingi oleh CSR untuk perbibitan dan pemasaran. Juga ada program percontohan padi apung di Balai Penyuluhan Pertanian. (Sumber : Jawa Pos, 25/Feb/2019)