Pangan Fungsional Berbasis Pangan Lokal di Tengah Pandemi

Semarang – Jika New Normal bisa didefinisikan sebagai perilaku masyarakat yang baru sebagai bentuk adaptasi masyarakat karena pandemic corona, maka New normal bukan hanya soal memakai masker, sering mencuci tangan atau berbagai pembatasan sosial.

Corona tidak lagi hanya menjadi isu kesehatan global. Corona adalah persoalan ekonomi, politik, pendidikan, bahkan budaya. Tidak hanya dalam skala nasional sebuah negara bangsa. Ia mempengaruhi tatanan global.

Satu hal yang tidak terpengaruh oleh corona adalah bahwa semua orang harus makan. Corona atau tidak, sakit atau sehat, semua orang butuh makan. Yang menjadi persoalan adalah distribusi pangan menjadi terganggu selama masa pandemi corona. Berbagai pembatasan baik dalam skala global lintas negara maupun lintas daerah di sebuah negara tidak selancar pada saat normal.

Salah satu alternatif yang paling pas menjawab kelangkaan pangan di tengah pandemi corona adalah mengalihkan sudut pandang dari beras sebagai satu-satunya sumber pangan. Konsumsi pangan fungsional berbahan dasar sagu, kacang-kacangan, singkong, talas, garut, ganyong, dan umbi-umbian lain dapat dijadikan alternatif tersebut. Pemanfaatan pangan fungsional memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat selain gizi makanan yang diperoleh juga bahan senyawa aktif yang secara tidak langsung ikut terkonsumsi. 

Pangan fungsional dibagi atas dua jenis yaitu berdasar sumber pangan dan cara pengolahannya. Menurut sumbernya pangan fungsional dibagi menjadi dua yaitu nabati dan hewani. Sedangkan secara pengolahan dapat dibagi menjadi 3 yaitu, pangan fungsional alami tanpa diolah terlebih dahulu, pangan fungsional tradisional yaitu menganut tradisi dari generasi ke generasi dan pangan fungsional modern yaitu menciptakan formulasi baru. 

Pangan Fungsional Berbasis Pangan Lokal di Tengah PandemiBeberapa contoh pangan fungsional dengan formulasi baru berdasarkan bahan baku lokal diantaranya produk Mie, Beras Analog, nasi Jagung, dll. 

Pangan Fungsional Berbasis Pangan Lokal di Tengah PandemiTentu bukan persoalan mudah merubah pola konsumsi masyarakat untuk beralih 100 persen dari beras ke berbagai pangan lokal lain. Namun pandemi corona bisa menjadi jalan untuk membangun pembiasaan baru di dalam masyarakat.

Kebaruan-kebaruan juga harus didorong pada kebiasaan konsumsi masyarakat. Maka merubah pola konsumsi dari beras ke berbagai sumber pangan lokal lain pun bisa dilakukan. Kembali ke pangan lokal bisa menjadi “new normal” kedepan.

Kerjasama semua pihak, Pemerintah bersama masyarakat luas, berangkat dari pandemi corona, harus  bahu membahu, mendorong konsumsi pangan lokal sebagai new normal